Minggu, 28 Maret 2021

KISAH ANGIN

Angin datang
Kadang lembut sebagai selendang pengantin
Sedikit genit dengan menyibakkan rok
Memberi warna merah ranum di pipi bayi

Kadang datang tanpa uluk salam
Langsung meniup gelisah
Menerbangkan debu ke langit
Menggoyang setiap daun hijau

Angin pergi
Berhembus begitu saja
Meninggalkan rindu belukar
Terbang menuju peruntungan nasibnya

Setelah amarah yang mengoyak
Deru yang meruyak
Sisanya hanya rumah-rumah merana
Dan pohon yang terdiam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...