Suaranya berisik riang menggenang
Mencuci kotoran siang yang panas
Setiap titik yang jatuh
Seperti penari berlompatan
Lalu bersatu dalam kubangan
Ketika hujan mulai reda
Ada dingin yang datang
Tiada angin berhembus
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar