Kritik diasah di batu pengetahuan
Dan tajamnya mengoyak
Semenjak kritik tak punyai kebangsaan
Hanya setia pada sang majikan
Taringnya menggigit hingga luka
Ketika kritik dilayangkan
Tak ada jalan kembali
Yang tersisa tinggal cabikan
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar