Senin, 22 November 2021

HUBUNGAN

Sebagaimana temali terpilin
Permukaannya dituai aral. Duka dan kerikil
Setiap langkahnya jadi luka yang nestapa
Seperti rajam dibelah tujuh

Kadang kita bersama sebagai dampit
Dua kepala dengan satu khayal
Beradu punggung berbagi pandang
Berjalan ikuti mata dan angin

Setidaknya kita menikmati mimpi yang sama
Sekadar menyatukan puzzle yang bernama takdir
Dengan sedikit debat di antaranya sebagai aksesori
Sebagai penggenapan janji ketika berjabat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...