Selasa, 14 Desember 2021

BENCANA

Bencana datang tiba-tiba
Tanpa kulo nuwun apalagi wajah
Tiada nasab pada musim
Sejurus mengamuk langsung remuk

Di reruntuhan mengalir air mata
Darah yang memerah saga, 
ketakutan yang menghantui, 
serta malam dan siang yang bercampur aduk

Ketika tenda ditinggikan tiangnya
Segala duka nestapa berkumpul
Dari mata yang hilang rona
Menetes doa-doa putus asa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...