Amarahnya lava, membakar
Awannya panas menutupi pandang
Akarnya tercerabut dari perut bumi
Desa diterjang
Sawah digenangi
Hutan terbakar
Hari kian panjang
Dari tumpukan abu vulkanik
Kehidupan berkecambah
Ronanya matahari pagi
Tumbuh menatap langit
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar