Pias dengan kerutan di pinggir mata
Sepatah pun kata terlontar tak
Bahkan isak pun tak jenak
Sesungguhnya diawali oleh sepatah dua
Seperti angin yang meniup bara
Tungkunya adalah hati yang luka
Dan ucap sebagai kayu bakarnya
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar