Pias dengan kerutan di pinggir mata
Sepatah pun kata terlontar tak
Bahkan isak pun tak jenak
Sesungguhnya diawali oleh sepatah dua
Seperti angin yang meniup bara
Tungkunya adalah hati yang luka
Dan ucap sebagai kayu bakarnya
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar