Selasa, 01 Maret 2022

KEPADA SERDADU KEPADA PERANG

Manakala perbatasan telah dilanggar
Oleh sepatu boot dan rantai kendaraan lapis baja
Tinggal selangkah mendapati peluru menyalak
Juga desir roket membelah angkasa

Kemanusiaan luluh lantak berkalang tanah
Menjadi luka yang menganga
Dengan diiringi gugur bunga dan air mata
Satu per satu atma pralaya

Hitungan waktu kian lama di pusat bencana
Kedua sisi telah berjatuhan korban
Telah meneteskan darah yang sama. Merah.
Telah genap duka, mesiu dan bau daging terbakar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PESAWAT

Kopiku gemetar              Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...