Ide bertarung di ruang pikir
Matanya nanar
Sebentar terpejam lain waktu menerawang
Sepenanak nasi kemudian
Seulas senyum licik menghias
Selintas rencana sebuah strategi
Dendam berdarah akan berbalas
Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar