Rabu, 02 Maret 2022

HUJAN SEHARIAN

Hujan datang dan pergi tanpa kulo nuwun
Hanya saja mendung sebagai penanda

Terik matahari disamarkan sebagai daun jatuh
Dan angin menggembalakan awan hingga padang ilalang

Mendung menyelinap di senja kala
Gerimis turun dan merintih, luruh.

Di haribaan malam
Warna perlahan lenyap ditelan kelam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...