Selasa, 30 Agustus 2022

58

Usia hanyalah deret hitung
yang merekam sejumlah kegagalan, keterpurukan, 
duka nestapa, 
sedihnya ceritera, 
dan pencapaian kecil 
dari mimpi-mimpi yang remah 
yang tiada bangga darinya
Seperti penjudi yang memenangkan receh

Tulang telah getas
Nyeri linu di sana sini
Kulit mengering
Pandang kian nanar
Bahu memikul
Tangan mencencang

Dari perhentian terakhir, 
jalan kian berliku
Ujungnya tetap samar
Namun harus selalu siaga
Karena akhir tak dapat dimajukan, 
pun tak jua dimundurkan, 
namun wajib bersua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUMAH

Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh  Menahan duka nestapa Sebenta...