Senin, 19 September 2022

QUALITY TIME

Kita duduk berdua 
Di bangku kayu panjang
Tanpa ditemani kata
Hanya helaan nafas

Sambil bersitatap malam kemarau, 
turun pandang pada sembilu sunyi
Digelap bayang hutan pinus, 
dahan ranting melambai pada angin

Dua cangkir kopi
Telah hilang panasnya
Yang tersisa hanya separuh pahit
Sebagai alasan untuk tetap duduk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HARI RAYA SELAYANG PANDANG

Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...