Sulurnya panjang menjuntai
Suaranya nyaris ritmis,
tiris hingga mistis
Seperti tangis,
rindu adalah bidadari
Segenap kenangannya magis
Sebagai jawab dari doa sunyi
Tanah pun basah dan pohon gemetar
Langit telungkup namun kasih tak sampai
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar