Sebagaimana langit
Saat sore miring
Terlampir sepanjang trotoar
Jogja dikepung rasa dan aroma
Di siang kering berangin
Atau malam panjang
Lesehan adalah malam kita berkumpul
Berbincang sebagai angin lalu
Ditemani wedang dan asap kretek
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar