Ia menatap balik
Matanya menyelidik
Ku coba tersenyum padanya
Ia balik menyeringai
Menampilkan taringnya
Di wajahnya yang tembaga
Dengan rambut berwarna dua
Ku lihat diriku
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar