Linangan air mata
Jatuh ke haribaan
Pada ibu bumi
Tetesannya dihisap akar
Menjadi kehidupan
Sebagaimana daun berguguran
Mata air mata
Membasuh duka lara
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar