Kita mencoba menjalin
Dengan harap menatap
Tulisan segera berbalas
Seulas senyum mafhum
Karena tak ada kulonuwun
Hanya kedip kursor
Menanti jawab diketik
Perkenalan pertama
Sebaris kalimat sanggah
Seluas tanda maaf
Dan rentang tangan
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar