Sabtu, 21 Desember 2024

DIKEPUNG HUJAN

Aku terkungkung sendiri di dalam bilik
Suara hujan pun terdengar deras sekali
Sedangkan petir sesekali tampak di langit
Memamerkan lidahnya yang menari 

Untuk membunuh waktu
Ku nyalakan radio 
Tembok pun bergetar gemetar 
Diterjang suara-suara dari keheningan

Apabila hujan telah reda
Sisanya hanya gerimis
Dari kedalaman malam
Suara menimpali mengundang birahi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...