Tiada tanda atawa sidik
Lalu ingatan dituangkan
Menjadi selarik bentuk
Mata mulai menulis
Dengan warna pelangi
Setiap huruf yang tertinggal
Menjadi jejak langkah di ruang baca
Kita rebahkan lelah dengan seikat keluh kesah Tentang dunia yang senantiasa renta Hingga punggung pun mengaduh Menahan duka nestapa Sebenta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar