Tiada tanda atawa sidik
Lalu ingatan dituangkan
Menjadi selarik bentuk
Mata mulai menulis
Dengan warna pelangi
Setiap huruf yang tertinggal
Menjadi jejak langkah di ruang baca
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar