Melengos pandangan dari sebuah ketimpangan
Setidaknya menohok halus sebuah kenyataan
Nyatanya kita masih termakan iklan
Jargon dan pekik yel-yel penuh amarah
Kesadaran memang hanya jalan sempit
Lurus tak riak
Sunyi tanpa bunyi
Sebuah jalan pedang
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar