Selasa, 30 September 2025

DERAS

Langit terus putih sua
Dehamnya halilintar
Muntahkan air jua

Segenap basah
Demikian tanah
Guruh gemuruh amarah

Setelah sepenanak nasi
Hujan tinggal rintik gerimis
Tetapi mengapa langit tetap meraung, menangis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAU ITU

Tiba-tiba saja bau itu menyergap,  antara ada dan tiada Aroma tubuhmu dan pewangi kodian, membangkitkan ingatan Kesadaranku perlahan mengend...