Dengung nyamuk masih satu dua
Dan bulan dengan sekulum senyum
Tepat manjing di atas bahu
Sisa hangat siang tadi masih terasa
Seperti kemarau yang sudah
Dari riak di wajah perigi
Bulan menatapku dengan pedih peri
Ketikanya telah sua kantuk
Ku uluk salam sambil menatap
Bulanpun berbaku sedu
Lalu cahayanya menjauh dari tingkap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar