Sebab mendung menggenangi musim
Hujan yang malu berderai
Menggiring bulan ke haribaan
Tiada gita puja menggaung
Hanya dengung serangga
terperangkap nyala lampu
Madah kelana bagi sang Dewi
Beranda November selayaknya digelar
Karena hujan acap bertandang tak jua jam
Sambil menebar aroma tanah basah
Menggugah biji dan umbi dari tidurnya
Dan bulan terbit tanpa riasan
Berwajah muram tiada handai taulan
Gemintang meninggalkan langit dunia
Bahkan angin tak mau sudah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar