Warnanya terlalu pedih
Gunung yang gelisah,
melepas tanah dan mengalir
Gelondong kayu balakan
Beriak seperti air
Merobohkan semua penghalang,
rumah bahkan nyawa
Musim masih pitam
Anak-anak menangis karena hilang
Antara jerit dan doa,
bumi manusia melepas duka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar