Tak suara hanya saja malam bulan sabit
Kadang sinar mata kita saling berbalas
Namun tak jua kata menghilir hingga tanya
Waktu pun perlahan mengendap
Pikiran kita saling menelisik
Dari sudut mataku ku pupuk nyali
Barisan kata ku susun sebagai pinta
Setelah terdiam menikmati suasana
Aku bertanya nyaris berbisik. Maukah kau?
Matamu berbinar dengan segaris senyum
Lalu menganggukkan kepala dengan anggun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar