Kembang api terbilang
Membakar amarah temberang
Memanen jiwa hilang terbang
Ada gaduh hingga jerit mengaduh
Ribuan nyawa dan runtuhan besi beton
Air mata dan bau mesiu
Wajah-wajah pucat tersaput debu
Demi darah demi tanah leluhur
Kita lipat hari dengan raung
Tubuh terkapar tercerai
Tangis adalah sesaji