Hingga kopi tersungkur di haribaan
Hitamnya melarutkan nestapa
Seperti impian dalam semusim
Ketika bibir cangkir menghirup aroma
Segala capai lelah mengendap
Sebagai ampas ia berkeluh, berpeluh
Menetes hingga menggenangi
Teguk terakhir sebagai penggenapan
Pergumulan manis dan pahit
Mulut pun dipenuhi sumba
Ucap pun hening sebab tuba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar