Minggu, 10 Mei 2026

SECANGKIR KOPI PAHIT

Ku reguk panasnya hari
Hingga kopi tersungkur di haribaan
Hitamnya melarutkan nestapa
Seperti impian dalam semusim

Ketika bibir cangkir menghirup aroma
Segala capai lelah mengendap
Sebagai ampas ia berkeluh, berpeluh
Menetes hingga menggenangi

Teguk terakhir sebagai penggenapan
Pergumulan manis dan pahit
Mulut pun dipenuhi sumba
Ucap pun hening sebab tuba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BANCAKAN

Rencana selalu menuai  Tangkainya menjuntai Di pinggirnya melingkupi  Dikitari oleh gerigi Berjalannya waktu Kebutuhan mengepung Kesempatan ...