sebagai anak bermain,
dengan jari tangan
sebagai ingatan
Sambil menunggu,
ku hirup sepi,
rasanya sepahit kopi emak,
dan tak halau walau angin
Di tempat yang sama,
diam ku,
di kursi penantian,
sebab waktu
Setelah bayanganmu,
bau tubuhmu lavender,
dan sketsa wajah,
kita hanya hadir sekadar kenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar