Jumat, 24 Juli 2026

ANGIN MUSIM

Angin musim selalu datang 
dengan membawa lelah
Dan debu sebagai pupur 
menghiasi wajah musim

Ku seduh kopi sore 
di antara manis pahitnya
Lidah mencicipi 
hingga genap aromanya

Aku menemani 
hingga senja sehitam kopi
Sebagai lambaian perpisahan 
gemerisik di antara dedaunan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEBAKARAN

Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan Api berkobar karena salah kemarau Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga Tiada ada dosa puntun...