Ternyata kau tak menetap
Aku nyaris tersesat
Diantara pendar bintang
Lalu ku pentang jendela
Derit kuncinya berkarat
Mengagetkan dan menggebah
Dan kau berjingkat
Ketika ku datangi perigi
Wajahmu bergetar di antara riak
Lalu seulas senyum perpisahan
Kulesakkan di dasar hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar