Pecah belahnya suku dan huruf
Terombang-ambing di alam pikiran
Melesakkan puisi ke dalam kubangan
Sementara aku hanya terpana
Sambil duduk di kursi
Menatap nyalang buku
yang hilang menjadi rimba huruf
Hanya pada kopi aku mengeluh keluh
Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan Api berkobar karena salah kemarau Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga Tiada ada dosa puntun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar