Minggu, 18 Oktober 2026

HUTAN

Rangkong hanya terpana, sedih
Lalu terbang tak tentu arah
Melintasi asap yang tertiup angin
Pasangannya terbakar bersama hutan

Di pinggir api meranggas
Induk orangutan menggendong 
bayi yang memeluk dada 
Nafasnya tersengal

Api terus merambat
Dihembus panas kemarau yang angin
Menandatangi rumah dan huma. Dilahap. 
Hingga tersisa sesak dan air mata

Kemarau telah datang menggiring
Diwakili puntung dan sebatang korek
Dirubahnya wajah belantara
Menjadi perkebunan ketika hujan tiba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUTAN

Rangkong hanya terpana, sedih Lalu terbang tak tentu arah Melintasi asap yang tertiup angin Pasangannya terbakar bersama hutan Di pinggir ap...