Selasa, 26 Maret 2019

BENDERA

Di timur matahari
Di kaki langit yang miring
Sang saka melambai
Di tiang tertinggi

Bendera berkibar dihempas angin
Menyapa burung melintas
Menatap luasan langit
Sambil mengawasi pertiwi

Di jantungnya Agustus
Saat di puncak kemarau
Perayaan diulang
Sumpah dipiwulang

KANDANG

Lewati sawah
Harum jerami
padati kandang

Sapi melenguh
Pedhet menyusu
ekornya menyibak

Amoniak merebak
Genteng bergeser
Mentari mengintip

Sabtu, 23 Maret 2019

HAMPARAN SAWAH

Hamparan sawah
Terpapar langit
Menangkap musim

Layangan meliuk
Menunggang angin
Lintasi senja

Anak berlari
Menginjak rumputan
Bajunya berkibar

PANEN PADI

Panen datang dengan ramah
Senyumnya mentari pagi
Berwarna kuning bulir padi

Bau rumput basah
Embun belum sembunyi
Kaki menjejak becek

ANAK GEMBALA

Anak gembala mengendap
Melirik kiri kanan
Memanjat pohon tani utun
Memetik mangga muda

Sigap berlari baju berkibar
Menuju kambing merumput
Duduk santai di bawah jati
Menggigit mangga tangsel lapar

MENYELAMI PIKIRAN

Menyelami pikiran
Terkadang melompat
Serupa menerjang

Menyelami pikiran
Sering menerkam
Hujamkan kuku

Menyelami pikiran
Melewati terjal
Berupa perangkap

Menyelami pikiran
Mengejar tanda
Tiada rambu

Rabu, 20 Maret 2019

NYARIS TENAR

Ceritanya pasti menarik
Plotnya rumit
Ada kilas balik
Melompat ke masa depan
Mundur menuju silam
Dibumbui sub plot sebanyak terkira

Ritme lambat
Kian cepat mendekati klimaks
Penokohan abu-abu
Kawan jadi lawan
Lawan bernegasi
Cerita dalam cerita
Rahasia dibalik rahasia

Tokohnya rumit
Secara jiwa dan sosial
Ahli yang kesepian
Cerdas menyendiri
Sigap dalam senyap
Gagap gaul
Memuja remang

Buku terbit berseri
Cerita melar mengkeret
Menyentuh keingintahuan
Menjadi penjualan terlaris
Terpampang di segala gerai
Eksamplar berurutan edisi
Sampul tebal dan sampul tipis
Cetak koleksi atau kertas koran

"Maaaaassssss........!!!!"
Teriak nyaring bangunkan khayal
Aku terkejut dan melonjak
Mata nanar mencari kiri kanan
Layar komputer kosong
Judul, besar, terpampang
Kursor berkedip
Dan khayalan yang hilang

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...