Jumat, 04 September 2020

PENGORBANAN

Tidur tak lelap waktunya terputus, pengorbanan? 
Ah, hanya menyesuaikan jam biologis

Morning sickness kebiasaan baru, pengorbanan? 
Ah, hanya menahan mual dan lemas saja

Lapar tak dapat ditolak porsinya, pengorbanan? 
Ah, hanya berbagi dengan jabang bayi

Tubuh kian melar dan berat, pengorbanan? 
Ah, hanya sediakan nyaman selama dalam kandungan

Membawa beban kemanapun selama bulan dikandung, pengorbanan? 
Ah, hanya latihan menggendong untuk dua tahun pertama

Bagaimana disebut pengorbanan jika menerima karunia hadiah sebab cinta

Kamis, 03 September 2020

MEWARISKAN

Anak serupa kertas putih bersih
Janganlah menulis di atasnya
Sebab ia anak panah nasib

Biarkan ia menyalin segala tindak
Agar kita berhati-hati melangkah
Sebab sidik jelas terukir di bawah sadar

Tugas kita hanya menyiapkan rambu
Andai kaki terperosok luka
Ia dapat merawatnya

Ketika masuki kancah hidup
Langkahnya pasti sebab faham
Menoleh hanya untuk doa restu

ENGKAU AYAH

Jadilah seperti teman
Seperti sahabat
Saudara
Kakak
Partner in crime
Saingan bahkan musuh


Hingga tak ada sekat
Hal cerita
Meminta
Berbagi rahasia

Jadilah ayah
Karena prinsip yang diterabas
Karena benar salah yang menjadi abu-abu
Karena igama dan ugama yang diambil haknya

Rabu, 02 September 2020

KESEIMBANGAN

Setelah mimi lan mintuno menganyam kehidupan
Persatuan adalah sebuah keniscayaan

Ayah mewariskan segenap dunia di tangan mungil
Petualangan mendebarkan
Keingintahuan segala tabu dan larangan
Dongeng sebelum tidur hingga erotis
Lagu menghentak bergerak liar
Memenuhi pikiran dengan khayal dan omong kosong
Seni yang membebaskan
Dan semua keriaan hidup
Sedikit dosa asal dapat diabaikan

Setelah tetap di tempat yang kuat dan terjaga
Nyaman sebagai tudungnya

Bunda menjamasi tubuh mungil dengan kasih dan sayang
Dikalungi doa-doa kebaikan dan pengharapan
Dihiasinya dengan lantunan kitab suci
Mengajak shalat berjamaah di satu sajadah cinta
Membangunkannya di sepertiga malam. Melatih kepekaan
Mengucurkan bahagia di sekujur
Menyuapi dari uterus yang satu
Menanggung beban agar bulan lengkap sembilan

Setelah persalinan hidup dan mati
Kau hadir di dunia lengkap berwarna kelabu

AKU INGIN

Jika nanti cucu
Aku ingin
Dia bla bla bla
Bisa bas bis bus
Menyanyi sing sing so
Cerdas cling cling cling

Mari kita sandera otaknya 
Kita kebiri waktunya 
Kita kurangi mainnya
Kita hilangkan kehendaknya

Biarkan kita sorong, tak usah melangkah
Biarkan melahap segala omong kosong
Biarkan kita putuskan nasibnya

Harus patuh adat
Agama seremonial
Dominasi orang tua

Ketika telah banyak tahun dimamah
Kita menikmati jerih payah
Maha karya yang dimutilasi

Selasa, 01 September 2020

CEMAS

Cemas dibentangkan sepanjang kasih
Menutupi luasan hati pedih peri
Disobek menjadi perca kecil

Cemas disirami oleh waktu
Tumbuh subur berputik ragu
Kelopaknya berwarna ungu

Cemas adalah alter ego bahagia
Bersembunyi dalam sunyi pikiran
Tiba-tiba menyergap dan merajam

Cemas menjadi alasan
Mencekik dengan kasih ibu
Balasan kasih sayang

ISTIRAHAT

Istirahat adalah saudaramu, janin
Saudara serahim kasih sayang
Kita saling meninabobokan
Berbagi cerita dan kehangatan garba

Istirahat selimuti lelapmu, janin
Menangkap mimpi ayah ibu
Melesakkan di bawah sadarmu
Harapan mekar bunga bakung

Istirahat adalah malaikat penjaga, janin
Sayapnya berwarna cinta
Menampung semua gelisah
Dan bulu putihnya menenangkan

LELAKI YANG MENGGADANG MALAM

Malam sepertinya tak pernah jelaga Karena bintang kerap tercerna Sebagai hidangan penutup Ia menyeduh kopi dengan harap Dan pahitnya membumb...