Kamis, 07 Oktober 2021

LIHAT! APA YANG TELAH KAU LAKUKAN

Lihatlah lebih cermat
Betapa kata telah mengoyak
Memporak porandakan hubungan
Menjadi kepingan hati yang duka

Dengan air mata sebagai pelumas
Tajamnya kata menusuk serupa picis
Tak membunuh hanya meninggalkan perih
Seolah kau tak pernah ucapkan mantra

Namun di antar tangis pilu
Dan luka yang sembilu
Hati tetap merengkuh
Hingga tetes darah terakhir

Rabu, 06 Oktober 2021

BAYANGAN SENYUMMU

Bayangan senyummu terus memanjang
Mengikuti tenggelamnya matahari
Senja kian lembayung
Memberi aksen merah pada rindu dendam

Ketika lampu taman likat menyala
Senyummu beralih tembok rumah
Dimana serangga menerjang terang
Di sana percakapan yang hangat

Malam telah tiba pada larut
Tubuh lelah rebah di atas ranjang
Ku sematkan senyummu dalam pikiran
Agar dapat mendatangi mimpi

Selasa, 05 Oktober 2021

KENTUT

Kentut menyergap 
Menjauhkan yang dekat
Suaranya seperti terjepit 
Mampir di hidung

Bau, sepertinya nilai tambah
Nyasar ke telinga
Dan mulut berkata kotor
Hingga sumpah serapah

MENANTI GILIR

Nomor antri telah disematkan
Kursi berderet penuh orang
Sebahagian berdiri merapat tembok
Pendingin ruangan terengah mengusik panas

Percakapan sesama menjadi menu utama
Menghalau waktu menepis bosan
Terkadang diselingi kantuk dan batuk
Penantian menjadi ajang berbagi keluh

Pintu terbuka seorang suster keluar
Semua menatap dan berharap
Ketika sebuah nama diucapkan
Seorang nenek di ujung ruang berdiri

Minggu, 03 Oktober 2021

PENGAJIAN

Majelis ilmu di mana guru dan murid bersua
Dengan lampu petromak yang terengah
Sejumlah serangga menerjang dan mati
Diikuti kekhusyukan yang baka

Banyak tanya menggantung di mata
Menatap dengan keingin tahuan asali
Selembar bulu sayap malaikat jatuh di pangkuan
Karena hikmah kebijaksanaan genap dituai


Sabtu, 02 Oktober 2021

AKHIR PEKAN

Akhir pekan tak serta merta mendatangi bahagia
Ketika keperluan akhirnya mendesak
Semua janji batal demi butuh

Kita himpun bahagia yang murah
Di teras denganmu, dengan angin malam
Seperti omong klobot dan kopi

Kadang sibuk hanya lah diam
Di beranda tempat memilih rindu
Kita bertukar bahagia

Kebahagiaan kecil masih tercecer
Pada jam-jam pertemuan
Untuk melunasi akhir pekan

Jumat, 01 Oktober 2021

MEMBACA TANDA

Daun jatuh di permukaan
Membawa warnanya serta
Terkadang sebelum terkulai
Angin menerbangkannya kembali

Kumbang terbang di sela-sela angin
Sayapnya yang ringkih gemetar
Ketika bunga menampakkan merahnya
Kaki kecilnya mencengkeram di antara kelopak

Rumput bertahan dalam kering
Daunnya meranggas coklat
Namun umbinya tidur diselimuti musim
Hingga bertemu hujan pertama

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...