Senin, 05 Februari 2024

KONTESTASI

Layar telah dibentangkan
Gunungan dinaikkan
Hitungan mundur dimulai

Kontestan berhias sebagaimana merak
Berteriak nyaring seumpama birahi
Berjanji lewat tanda tangan dan cap darah

Mari beramai kumpul di lapangan
Di bawah terik matari dan disirami hujan
Kita lumat segala ujar-ujar

Kepada segenap akar rumput
Ayo beramai kita tagih janji
Di bilik suara

Sabtu, 03 Februari 2024

MOMONG

Kau muntahkan segala omong kosong hingga berbusa
Tentang dahulu yang kalanya dekat saja kiranya

Sehitam malam temberang
Aku hanya berkata, "Ya, Eyang"
Lalu kulanjutkan menikmati hidangan

Makanan di hadapan tak sekecappun kau lirik
Karena kata-kata lebih penting daripada sepi yang menggigit
Kilas balik masa muda yang hilang bersama angin

Tiba-tiba haus menyergap diantara suapan
Cepat ku ambil gelas dan aku minum dengan tergesa
Sambil tetap menyimak rentetan kenangan

Teman telah lama hilang dari ingatan
Seperti riak saja kisah mereka
Satu per satu kembali keharibaan

Suapan terakhir sebagai tanda barokah
Setelah meneguk air, ku gamit lengan Eyang
Sambil berkata, "Ayo, dimakan dulu makanannya, Eyang. Nanti dingin tidak enak!"

Kamis, 01 Februari 2024

SUARA DARI PEPOHONAN

Tidakkah gemerisiknya daun berbisik
Mewartakan kematian
Dipenggal oleh gergaji tak berperi

Tiada tangis bagi dahan ranting
Kerna kemarau telah menghapus jejak
Hanya kabar angin telah sayup

Setelah rata tanah
Akar tercerabut
Suara hanyalah deru mesin

Kedasih pun tak jua merintih
Padahal sejauh mata memandang
Tiada sarang hanya gersang

Senin, 29 Januari 2024

KEMBALI BERDUA

Pada mulanya adalah dua
Hingga beranak pinak sebanyak genjik 
Mengerumuni buah dada yang menetes darinya kasih dan dosa
Tempat bermuaranya segenap dahaga 

Ketika banyak tahun dikunyah
Dari kedekatan emosional hingga jarak waktu
Kita terhalang oleh sibuk yang pelik
Hingga ketika tersadar ternyata hati kita telah dingin sebab karat

Lalu satu persatu burung terbang mendatangi langit
Rumah yang dahulunya sarang kini sebagai sawang yang bergetar tertiup angin
Dan kita yang hanya dua sebagai awal mulanya
Kini bergandeng tangan menyusuri langkah sepi di sisa senja

Minggu, 28 Januari 2024

DISKON

Tidaklah harga menggigit kerna dilampirkan di bawah
Maka diskon memangkasnya hingga turun ke hati
Maka mata menatap layar mencari kecocokan
Lalu kabar dikirim lewat kamar sahaja

Sekejap ragu kerana tawaran di laman lain
Hitungan lebih kurang harus ditambahkan suka
Sebab mutu hanyalah bonus seperti juga iklan yang menggiring
Maka keputusan coba dibisikkan lalu diketik

Uang telah terbang melintasi dunia maya
Dari akunku senyum menghias wajah
Namun harap cemas menanti hari
Sampai paket tiba di tangan

Minggu, 21 Januari 2024

HOTEL

Dinding itu menatap dingin 
Sebagai kaca ia mengawasi

Seperangkat sofa angkuh
Disinari sinar lampu gantung

Bisik-bisik dan tawa tertahan 
Di bahu tiang dua orang saling berpelukan

Orang berlalu lalang lewati lobby
Barang hilir mudik mendatangi lift

Tak ada sepi hanya langkah
Bau parfum tertinggal

Roomboy mengantar barang
Di pintu kamar menanti tips

Sabtu, 20 Januari 2024

AMBISI

Kata-kata hendaklah sumpah serapah
Keluar mengikuti liur ludah
Setiap ambisi yang disampaikan dengan berapi
Menyelinap ke dalam kepala yang kosong

Janji memang butuh penggenapan
Namun pulung harus direbut dahulu
Karena legitimasi menyandang kekuatan
Maka ujar-ujar sebagai kayu bakarnya

Setelah suara dalam genggaman
Cukuplah janji digenapi sebagai janji
Tak perlu tedeng aling-aling
Karena akulah pengejawantah kekuasaan

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...