Kau ketuk mimpi
Di atas dipan
Dengkurnya menjalar
Dengan kopi ku bujuk mata
Agar tak menduakan kantuk
Namun tetap saja
Tubuhku terbaring
Mimpi bersimbah peluh
Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan Api berkobar karena salah kemarau Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga Tiada ada dosa puntun...