Di pagi kopi pahit
Menjadi tikam
Lalu kau membalas
Dengan bermuatan amarah
Menyerang menerjang
Dengan telak menampar,
membanting
Dan harga diri terpuruk ku
Hutan terbakar; itupun jika disebut hutan Api berkobar karena salah kemarau Dan dosa angin yang meniup hingga tetangga Tiada ada dosa puntun...