Kita meletakkan cemas di kakinya yang mungil
Dibebankan segala larangan hingga langkahnya tertatih
Ketika mata beningnya ingin memandang dunia
Dibenamkan kepalanya oleh segala aturan hingga sulit menoleh
Ketika mulai tegak melangkah dan menatap takjub
Keingintahuan dicekoki oleh tahun-tahun yang menuntut
Menghafalkan kebenaran subyektif
Dan segala rambu yang menyebabkan kakinya terikat
Setelah meninggalkan kawah candradimuka
Sisa bara doktrin masih menancap kuat di sekujur tubuh
Di dalam gelombang liar yang mengombang ambingkan kehidupan
Hati hanya bisa termangu bingung
Senja telah rabun mata
Saat kita mencoba menikmati karya
Yang ditemui hanya kepingan yang ditautkan
Bukan manusia, apalagi seutuhnya
Secara sadar kita hanya menciptakan kegagalan
Mengulangi jalan sempit yang dirintis kebiasaan
Merusak amanah sebab amarah dan aluamah
Sehingga dia berpredikat sebagai anak