Beribu janji menguak takdir
Nada menganyam cinta
Malam syahwat tak nanti berakhir
Berbagi cerita melukis suka
Masa terentang
Jarak meregang
Kau tak tersentuh, bayang
Kita bersetubuh dalam waktu
Malukis mimpi dengan rindu
Merentang garis dengan semu
Mengikat hati dengan haru
Di akhir malam
Hanya ada kelam
dan luka yang dalam
Sabtu, 17 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
AGUSTUS KE DELAPAN SATU
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar