Rabu, 04 April 2018

DEMAM

Sakit menegurku tergagap dalam senyap
Meradang di setiap sendi
Merintih di simpul saraf
Suhu merayapi tubuh
Sisakan panas yang membakar
Sedang otak terisi fragmen mimpi
Berkelebat di pelupuk
Mulut, muara segala dosa
Kering dan pahit
Dipenuhi liur dan serapah.
Kamar seakan menjauh serasa mendekat
Ikuti irama nafas
Suara-suara seakan peka dan bergema
Berdenging di kuping
Menulikan ruang
Tubuhku terbaring lemah
Mencari keringat ditiap lipat selimut
Meletakkan kepala di bantal kumal
Di alas sprei lusuh
Mulut, ya kembali mulut, menginisiasi tubuh
Melebur semua luka
Meneguk pahit obat
Harap yang melegakan. Lemah
Akhirnya, perlahan kesadaran kembali direbut
Tubuh tergolek lemah menghitung waktu
Langit-langitpun kembali diam di tempat
Sedangkan suasana tersapu angin
Bau obat dan keringat. Lega.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata