Niatku terkungkung kokoh dalam tekad
Pikirku mengecoh mata, hidung bahkan lidah
Otakku berselisih terhadap citarasa
Mataku nanar memandang kudapan
Lenganku gemetar leherku tersedak
Perutku berbunyi asamku naik
Keringatku dingin bibirku bergetar
Tubuhku terkapar didera lapar
Kamis, 28 Juni 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
AGUSTUS KE DELAPAN SATU
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar