Matahari terik angin dingin
Kemarau kering es berderai
Bulan darah malam bintang
Debu terbang hujan hilang
Pohon kusam langit cerah
Rumput layu tanah merah
Sawah retak semak berbiak
Sumur kering dalam menghujam
Tanah lapang berselimut tikar
Tangan tengadah doa merebak
Jumat, 03 Agustus 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar