Sejenak kau datang di rembang petang
Menggenggam seikat duka menur putih
Wajahmu lesi hingga pasi
Tiada kata ungkap luka
Hadirmu harap cemas jawaban doa
Takdir bagi garba hati
Sosokmu jelma purnama
Segenap lengan tengadah menggapai
Waktu hanya sempit menghimpit
Perjumpaan kedip mata sekejap
Setelah tarikan nafas terakhir
Kenyataan tertindas tanpa tangis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PESAWAT
Kopiku gemetar Bibir mengatup Seperti geram Membelah langit Lewat suara Lalu melesat Demi waktu Ia penuju Dibalik halimun Kopi ...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar