Ibu bumi penilik air mata kesuburan
Tetap terjaga menjaga mata air mengalir
Membujuk angin agar meniup mata hati
Sehingga matahari dapat mematri hari
Di luasan kering tertancap akar menghujam
Merambat senyap meyerap menghisap hidup
Daun ranting layu rapuh membusuk berserak
Bersimbah papar pijar menanti sirna sinar
Langit melepas tirai terik mengusik
Angin mengangkat bau tanah hadap awan hitam
Menuntun tetesan hujan pertama pada dahaga
Retakan tanah meloloh rumput merana
Melepas daya hidup di tiap biji mengharap
Dan senyum mentari sebagai tetesan pelangi
Jumat, 26 Oktober 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
HARI RAYA SELAYANG PANDANG
Sumpah serapah tersandera macet Pendingin mobil tiada kuasa Kemudi kian membebani Hanya matahari siang yang sumringah Dari berdendang hingga...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar