Minggu, 04 November 2018

KAKIKU TERANTUK

Kakiku terantuk daun pintu
Sakitnya melesat cepat ke otak
Spontan mulutku teriak: "Bangsat!"

Engsel pintu berderit
Terkekeh di atas deritaku
Pintu bergoyang menari

Sakit perlahan berdenyut
Ada luka menitik merah
Kulit ari terkelupas

Tertatih aku menuju lemari
Sebotol obat luka kurogoh
Kuteteskan pada luka. Namun kosong

Kucoba tuang ke telapak
Tak ada cair mengalir
Kubanting tutup dan membatin: "Bangsat!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANGAN TUNGGU LAMA

Tidaklah menunggu  bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga...  Nilai...  Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata