Sejenak rindu tutupi akal sehat
Semesta menciut jadi sekadar cemburu
Rentang harga bagi asmara
Ketika cita menggantang tinggi
Mengambil tak dapat meraih
Memberi tak kuasa menolak
Air mata memberi kabar
Meredam segenap syak wasangka
Menuangnya hingga emosi
Serpihan musim berganti
Sepenggal kenangan berlalu
Seraut wajah menggadangi senja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
AGUSTUS KE DELAPAN SATU
Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Ku singkap embun di selasar Di balik daun seperti biasanya Dan pagi masih di timur Seperti kemarau yang telah lampau Burung masih memamerka...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar