Setiap tarikan nafas adalah kematian
Paru terasa penuh terisi jelaga
Nasib terpangkas sembilu congkak
Usia tenggelam dalam ratap serapah
Pagi ketika udara mengirim bau
Lewat kayu bakar dan kotoran
Cerobong berlomba melukis hitam di langit
Anak mengulum upas memamah debu
Di jalan setiap roda adalah sang maut
Memanggul knalpot menyandera hidung
Wajah hanya bayang tak acuh
Tiada senyum kecuali derum gas menyalak
Matahari terik udara tipis
Tubuh tersandera di balik tembok
Menghirup udara sintetis
Berulang hingga mabuk
Jendela pun enggan mengembun
Pintu berderit sebab karat mengerat
Kita terpenjara dalam mesin inkubasi
Sehingga dingin mengering
Malam menurunkan tirai
Dikepungnya kamar oleh racun sebab iklan
Dibakar, disemprot, dioles bahkan diminum
Malaikat maut pun enggan menyambangi
Senin, 04 Maret 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JANGAN TUNGGU LAMA
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar