Jumat, 12 April 2019

KERIKIL

Kerikil di trotoar
Termangu menatap sore
Kaki jenjang dan sepatu
Melangkah hilir mudik

Sekawan anak bersenda
Berjalan berkejaran
Menendang kerikil sunyi
Melayang membentur pagar

Kerikil jatuh mengaduh
Di sudut rambu trotoar
Merebah punggung
Kembali sepi dan diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AGUSTUS KE DELAPAN SATU

Podium hanyalah ruang caci maki Dan mimpi besar kemakmuran Adalah oligarki beserta kroni Ku reguk kopi pagi Terasa pahitnya hari Dikunyah de...