Hujan terdengar geram
Menerjang genteng yang gemetar
Mengepung malam yang deras
Sedang angin mengipasi amarah
Hingga butir air terbanting dan mati
Pohon merunduk bahkan takut
Daunnya menyerah digerus dingin
Jalan hanya terpana diam
Air menggenangi semua bentang
Dengan liar mengalir mencari gorong-gorong
Langit membuka gili-gili
Di tangan malaikat yang cemberut
Seperti bah gelombang menyerbu
Tanpa aba-aba menerkam gelap
Tanpa ampun menghujam
Menusuk muka dengan ribuan perih
Perlahan dan pasti genangan naik
Selokan muntahkan plastik
Dataran tercekik
Hujan tetap menitik. Rintik.
Minggu, 28 April 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
JANGAN TUNGGU LAMA
Tidaklah menunggu bahkan menunda Sebab tiada hasil nir keringat Harga... Nilai... Dinisbahkan pada waktu Ditasbihkan lewat air mata
-
Nampaknya musim tak serta merta bergulir Ia meletakkan panasnya di bahu siang yang terik Dan malam-malam yang sumuk singgah di peraduan Ket...
-
Daun terapung dan, jatuh di haribaan Menanggalkan warnanya dan, meninggalkan ranting yang merana Pada kering ia berlabuh Karena kenangan jel...
-
Seorang anak mengais nasib di tepi jalan Jari kecilnya merintih Tubuhnya ringkih Hingga berbayang tulang Panas menggerenyitkan wajahnya Baju...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar